Apa Itu Miqat? Panduan Lengkap Tempat dan Tata Cara Berihram

Kategori : Umrah, Haji, Informasi, Ditulis pada : 09 Februari 2025, 08:08:11

Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh, ada istilah penting yang dikenal sebagai miqat. Bagi jamaah yang akan menunaikan ibadah ini, memahami konsep miqat sangatlah penting karena ia merupakan salah satu syarat sah untuk memasuki Tanah Haram dengan niat yang benar. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu miqat, jenis-jenisnya, lokasi miqat, dan tata cara berihram agar ibadah haji dan umroh Anda berjalan lancar.

BIR ALI.jpg

Miqat berarti batas atau waktu tertentu. Dalam konteks ibadah haji dan umroh, miqat adalah batas waktu atau tempat yang telah ditentukan untuk memulai niat berihram. Berihram adalah langkah awal dalam pelaksanaan haji dan umroh, di mana jamaah memasuki keadaan suci dengan niat menjalankan salah satu dari kedua ibadah tersebut.

Ada dua jenis miqat yang perlu diketahui:

Miqat Zamani (batas waktu):
Batas waktu untuk melaksanakan ibadah haji adalah bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Zulkaidah, dan 10 hari pertama Zulhijjah.
Untuk umroh, miqat zamani berlaku sepanjang tahun tanpa batasan waktu tertentu.


Miqat Makani (batas tempat):
Miqat makani adalah tempat yang ditetapkan bagi jamaah untuk memulai berihram sesuai dengan rute perjalanan mereka menuju Makkah.
Lokasi Miqat Makani Berikut adalah lima lokasi miqat makani yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW:

Dzul Hulaifah (Bir Ali):
Terletak sekitar 450 km dari Makkah dan 9 km dari Madinah. Miqat ini digunakan oleh jamaah yang datang dari arah Madinah.

Al-Juhfah:
Berlokasi sekitar 187 km dari Makkah. Jamaah dari arah Syam, Mesir, atau negara-negara di Afrika Utara biasanya mengambil miqat di sini. Saat ini, banyak jamaah menggunakan Rabigh, yang berada tidak jauh dari Al-Juhfah.

Qarnul Manazil (As-Sail Al-Kabir):
Miqat ini berada sekitar 94 km dari Makkah. Jamaah dari arah Najd atau wilayah Timur seperti Riyadh sering menggunakan lokasi ini.

Yalamlam:
Berjarak sekitar 92 km dari Makkah, miqat ini digunakan oleh jamaah yang datang dari arah Yaman dan wilayah selatan Jazirah Arab.

Dzat Irq:
Berada sekitar 94 km dari Makkah, miqat ini digunakan oleh jamaah yang datang dari Irak atau wilayah sekitarnya.

Selain lima miqat tersebut, jamaah yang tinggal di Makkah dapat memulai ihram dari rumahnya sendiri untuk umroh, sementara bagi haji, mereka berihram dari Mina.

Tata Cara Berihram di Miqat

Berihram merupakan langkah pertama dalam melaksanakan haji dan umroh. Berikut adalah panduan langkah-langkah berihram yang sesuai dengan tuntunan syariat:

Mandi dan Membersihkan Diri: Sebelum memasuki keadaan ihram, jamaah disunnahkan untuk mandi sebagaimana mandi junub. Tujuannya adalah untuk menyucikan diri.
Memotong kuku dan mencukur rambut juga disunnahkan untuk menjaga kebersihan.

Mengenakan Pakaian Ihram: Pria wajib mengenakan dua helai kain ihram tanpa jahitan, satu untuk menutupi bagian bawah tubuh (izar) dan satu lagi untuk bagian atas tubuh (rida).
Wanita diperbolehkan memakai pakaian biasa yang menutup aurat, tanpa mengenakan cadar atau sarung tangan.

Shalat Sunnah Ihram: Disunnahkan melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat sebelum memulai niat. Rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun, dan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

Mengucapkan Niat: Niat dilakukan di hati, tetapi disunnahkan juga melafalkannya.
Untuk haji: Labbaika hajjan.
Untuk umroh: Labbaika umrotan.

Membaca Talbiyah:
Setelah niat, jamaah dianjurkan membaca talbiyah dengan penuh kekhusyukan:
"Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak."
Bacaan talbiyah diulang terus-menerus hingga jamaah mendekati Tanah Haram.

Menjaga Larangan Ihram:
Saat berada dalam keadaan ihram, jamaah harus menghindari larangan-larangan tertentu seperti memakai wangi-wangian, mencukur rambut, memotong kuku, berburu, menikah atau menikahkan, serta berhubungan suami istri.

Jadi, Memahami konsep miqat dan tata cara berihram adalah langkah penting bagi setiap jamaah haji dan umroh. Dengan mematuhi aturan miqat, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Selain itu, miqat juga menjadi pengingat akan pentingnya niat, kesederhanaan, dan kesetaraan di hadapan Allah. Semoga ibadah haji dan umroh Anda diterima dan membawa keberkahan. Aamiin.

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id