Mengenal Jenis-Jenis Haji: Tamattu’, Qiran, dan Ifrad, Simak Selengkapnya!
Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim yang mampu, baik secara finansial, fisik, maupun mental. Dalam pelaksanaannya, ibadah haji memiliki berbagai jenis berdasarkan tata cara dan urutannya. Tiga jenis haji yang dikenal dalam Islam adalah Haji Tamattu’, Haji Qiran, dan Haji Ifrad. Masing-masing jenis ini memiliki perbedaan yang penting untuk dipahami oleh calon jamaah. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
1. Haji Tamattu’
Haji Tamattu’ adalah jenis haji yang paling sering dilakukan oleh jamaah, terutama dari luar negeri. Dalam Haji Tamattu’, jamaah melakukan umrah terlebih dahulu sebelum melaksanakan haji.
Tata Cara Haji Tamattu’:
- Niat Umrah: Jamaah berniat untuk melaksanakan umrah ketika memasuki miqat (batas wilayah tertentu untuk niat).
- Pelaksanaan Umrah: Jamaah melakukan rangkaian umrah, yaitu tawaf (mengelilingi Ka’bah), sa’i (berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah), serta tahallul (mencukur atau memotong rambut).
- Tahallul: Setelah tahallul, jamaah diperbolehkan melepas pakaian ihram dan kembali ke keadaan biasa hingga tiba waktu pelaksanaan haji.
- Niat Haji: Ketika mendekati tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah kembali mengenakan ihram dan berniat untuk melaksanakan haji.
Keutamaan Haji Tamattu’:
- Memberikan waktu lebih lama untuk bersiap menghadapi prosesi haji.
- Cocok bagi jamaah yang ingin menikmati waktu lebih lama untuk beribadah di Tanah Suci.
- Namun, jamaah Haji Tamattu’ diwajibkan membayar dam (denda berupa penyembelihan hewan kurban) karena melaksanakan dua ibadah secara terpisah.
2. Haji Qiran
Haji Qiran adalah jenis haji di mana jamaah menggabungkan niat haji dan umrah sekaligus dalam satu pelaksanaan. Dalam jenis ini, jamaah tidak melakukan tahallul setelah umrah dan langsung melanjutkan ke prosesi haji.
Tata Cara Haji Qiran :
- Niat Gabungan: Jamaah berniat untuk melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan saat memasuki miqat.
- Ihram Berkelanjutan: Jamaah tetap mengenakan pakaian ihram selama proses umrah hingga selesai haji.
- Pelaksanaan Ibadah: Setelah menyelesaikan umrah (tawaf, sa’i, tanpa tahallul), jamaah langsung melanjutkan ke ritual haji, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah.
Keutamaan Haji Qiran:
- Menggabungkan dua ibadah dalam satu perjalanan.
- Lebih praktis bagi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah secara berkesinambungan.
- Seperti Haji Tamattu’, jamaah Haji Qiran juga diwajibkan membayar dam.
3. Haji Ifrad
Haji Ifrad adalah jenis haji di mana jamaah hanya berniat untuk melaksanakan haji saja tanpa umrah. Biasanya, jenis ini lebih umum dilakukan oleh penduduk Makkah atau wilayah sekitarnya.
Tata Cara Haji Ifrad
- Niat Haji: Jamaah berniat hanya untuk melaksanakan haji saat memasuki miqat.
- Pelaksanaan Haji: Jamaah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah hingga tawaf ifadah.
- Umrah Terpisah: Umrah bisa dilaksanakan di waktu lain di luar musim haji.
Keutamaan Haji Ifrad:
- Tidak diwajibkan membayar dam.
- Lebih sederhana karena fokus pada ibadah haji saja.
Perbedaan Utama dalam Haji Tamatu', Haji Qiran dan Haji Ifrad
Aspek | Haji Tamatu' | Haji Qiran | Haji Ifrad |
Niat | Terpisah : Haji dan Umroh | Gabungan : Umroh dan Haji | Haji Saja |
Tahallul | Setelah Umroh | Tidak ada tahallul hingga haji | Tidak ada tahallul hingga haji |
Dam | Wajib | Wajib | Tidak Wajib |
Cocok untuk | Jamaah Luar Negeri | Jamaah dengan waktu terbatas | Penduduk Lokal |